Puisi-Puisi Termasyhur Usman Awang

Merpati Putih, Jelajahilah Dunia Ini

Dalam keruncingan manusia bimbang curiga
terbanglah ia menjelajahi dunia
putih sayapnya melambai cinta damai
bersih bulunya mengibar panji hidup bersama

Merpati putih, jelajahlah dunia ini
hembuskanlah udara baru yang kau hirup dari malam
bunga-bunga mekar menguntum
bibir-bibir segar tersenyum

Siapa manusia yang tiada putus asa
hiruplah udara baru yang segar berkembang
isilah dunia ini dengan keyakinan perdamaian
hembuskan nafas pada malam yang lena

Siapa manusia yang pernah berkhianat
jadilah debu yang terbang mengakhiri hayat
duniamu tenggelam bersama patung-patung usang
di cermin hidup ini semangat baru memancar terang


 Kekasih

Akan kupintal buih-buih
menjadi tali mengikatmu

Akan kuanyam gelombang-gelombang
menjadi hamparan ranjang tidurmu

Akan kutenun awan-gemawan
menjadi selendang menudungi rambutmu

Akan kujahit bayu gunung
menjadi baju pakaian malammu

Akan kupetik bintang timur
menjadi kerongsang menyinari dadamu

Akan kujolok bulan gerhana
menjadi lampu menyuluhi rindu

Akan kurebahkan matari
menjadi laut malammu
menghirup sakar madumu

Kekasih,
hitunglah mimpi
yang membunuh realiti
dengan syurga ilusi.


 Kemakam Bonda

Kami mengunjungi pusara bonda
Sunyi pagi disinari suria
Wangi berseri puspa kemboja
Menyambut kami mewakili bonda

Tegak kami di makam sepi
Lalang-lalang tinggi berdiri
Dua nisan terkapar mati
Hanya papan dimakan bumi

Dalam kenangan kami melihat
Mesra kasih bonda menatap
Sedang lena dalam rahap
Dua tangan kaku berdakap

Bibir bonda bersih lesu
Pernah dulu mengucupi dahiku
Kini kurasakan kasihnya lagi
Meski jauh dibatasi bumi

Nisan batu kami tegakkan
Tiada lagi lalang memanjang
Ada doa kami pohonkan
Air mawar kami siramkan

Senyum kemboja menghantar kami
Meninggalkan makam sepi sendiri
Damailah bonda dalam pengabadian
Insan kerdil mengadap Tuhan

Begitu bakti kami berikan
Tiada sama bonda melahirkan
Kasih bonda tiada sempadan
Kemuncak murni kemuliaan insan


Jiwa Hamba

Termenung seketika sunyi sejenak
Kosong di jiwa tiada penghuni
Hidup terasa diperbudak-budak
Hanya suara melambung tinggi

Berpusing roda beralihlah masa
Pelbagai neka hidup di bumi
Selagi hidup berjiwa hamba
Pasti tetap terjajah abadi

Kalau hidup ingin merdeka
Tiada tercapai hanya berkata
Ke muka maju sekata, maju kita
Melemparkan jauh jiwa hamba

Ingatkan kembali kata sakti
Dari bahang kesedaran berapi
Di atas robohan Kota Melaka
Kita dirikan jiwa merdeka

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.

TOP